Rafnes, Norway
dulu waktu jaman Jendral Kancil dan Ratu Malu, gw pikir Nikita Willy lebih muda dari gw, eh ternyata sekarang udah jadi tante-tante aja
kalo cerita tentang pelaut-pelaut yang suka “jajan” (gw ga kayak gitu kok, #pencitraan *masih single*) gw sering denger. tapi kalo cerita pelaut berkeluarga dengan wanita asing gw jarang denger, pernah sih, tapi ga pernah yg detil gitu. apalagi, cerita tentang pelaut yg baru ketemu anaknya kembali setelah 20 tahun, ini gw baru pertama kali denger.
*kejadian ini bukan terjadi di kapal gw, gw tau dari orang yg diceritain langsung dari si oknum bokapnya itu*
alkisah, si bokap, kita sebut, hmm, Ihsan, bercerita, kalo ternyata dia dulu pernah punya anak dari seorang wanita asal Swedia, ternyata dulu waktu Ihsan masih muda kebetulan kapal tempat Ihsan bekerja sering mampir ke swedia. nah suatu hari, kapal tempat Ihsan bekerja sudah tidak lagi ke swedia. sejak itu lah Ihsan berpisah dengan istri dan anak perempuannya yang dulu masih berusia sekitar 6 tahunan, kita sebut Amira.
kembali ke masa kini, tiba-tiba facebook Ihsan di-message oleh wanita muda berparas jelita yang bernama Amira. si Amira mempertanyakan apakah benar ini adalah Ihsan sang ayah yg pergi meninggalkan ibu dan dirinya hidup sebatang kara dari satu sirkus ke sirkus lainnya di swedia (yg ini gw lebay, biar ceritanya kayak Remi, kartun jaman dulu itu). trus tiba-tiba gw capek nyeritainnya (seenaknya).
pokoknya si Ihsan dan dan Amira akhirnya bersua kembali, si Amira nyamperin ke kapal tempat Ihsan bekerja bareng ibu dan suaminya. banjir air mata terjadi saat itu, karenanya kapal oleng ke kiri (abaikan), disitu cerita lah betapa peliknya hidup si Amira, dimana dia harus ngecat rambut aslinya yang hitam menjadi coklat supaya bisa sama kayak temen2 lainnya, bagaimana dia merindukan sosok ayah dan bagaimana si Amira pernah datang ke Jakarta pada tahun 2005 demi mencari sang ayah, bahkan sampe ke stasiun tv, tapi karna Amira tidak punya foto dan hanya berbekal nama, ditolaklah ia dari stasiun tv laknat tersebut.
Amira, tampangnya Indo banget ya (itu orang india ga santai ngeliatnya)
Ihsan dan Amira, Ihsannya gw sensor, siapa tau ada yg kenal gitu
sekembalinya Ihsan ke jakarta, Ihsan pun baru mengakui pada keluarga aslinya yg di Jakarta, bahwa dia pernah punya istri dan anak di swedia sana, alhamdulillah keluarganya menerima dan siapa sangka anak2 Ihsan yg di jakarta akhirnya sohiban sama si Amira yg di Swedia sana.
ternyata oh ternyata, kasus seperti ini tidak hanya terjadi pada si Ihsan, banyak juga yg terjadi pada pelaut-pelaut lainnya, tidak hanya pelaut indonesia, pelaut bule pun banyak yg berkeluarga dengan wanita indonesia dan dibawa istrinya tersebut ke negara asalnya.
pesan moral yg bisa gw ambil dari post ini dan film P.S I Love You (baru nonton beberapa menit yg lalu, masih hot hot nya ini galaunya) adalah: you are the luckiest person on earth when you love someone, and she loves you back.
love is beautiful isn’t it? yeah it’s supposed to
p.s: Ihsan dan Amira itu nama karakter di sinetron Putri Yang Ditukar, nope, gw ga nonton sinetron itu (alhamdulillah), gw tau juga dari wikipedia, nemu pas gw bingung mau ngasih judul apa post yg ini dan gw ga yakin sinetronnya itu judulnya Putri Yang Ditukar atau Putri Yang Tertukar.
lu bikin gw semakin STRESS jadinya rin !!
ReplyDeletehehee, siapa tau si aa udah punya pacar cabang China kali chel heheee, jangan kalah dong, buka cabang Berau juga hehee
ReplyDelete